
Ini bukan pembunuhan pada umumnya yang
terjadi pada masyarakat, yang tersangkanya adalah seorang tukang becak
dan korbannya adalah tukang asongan, mereka bertengkar karena tukang asongan
menghalangi jalan tukang becak dan berakhir dengan kematian tukang asongan,
karena di tabrak dengan sengaja oleh tukang becak. Ini terlalu lebay.
Pembunuhan karakter, ya pembunuhan ini
lebih tepatnya adalah perusakan reputasi seseorang manusia, bukan hewan, bukan.
Biasanya banyak dilakukan bertujuan untuk menjatuhkan seseorang supaya nama
baiknya tercoreng abis-abisan dengan cara memanipulasi fakta atau memberikan
citra tidak baik pada seseorang yang dituju, pembunuhan ini lebih berdampak
panjang dan mengakibatkan dendam, yang jelas ini ngeri.
Gue sering menjumpai hal ini saat
berorganisasi, organisasi ??, bukannya organisasi adalah wadah sekelompok orang yang saling bergenggaman
tangan untuk mencapai tujuan yang sama. Kenapa gue bilang hal ini sering
terjadi di organisasi, karena.. bentar bacanya pelan-pelan aja biar loe semua
pada penasaran, dan saat loe tau jawabannya, nanti kesannya biar lebih dapet
sensenya.
Oke sekarang gue bakalan ngejawab rasa
penasaran loe. Ini dikarenakan saat berorganisasi kita dikumpulkan dengan
orang-orang yang memiliki berbagai macam karakter dan kepribadian yang berbeda,
ya berarti gak sama, yaiyalah. Langsung ke contoh saja.
Saat rapat tengah berlangsung loe lagi
mengemukakan pendapat, para pelaku pembunuhan karakter ini bakalan mati-matian
buat nyangkat semua pendapat loe, terkadang mereka mengambil langkah dengan
menggunakan alasan yang gak masuk akal. Mereka lebih suka semua orang hanya
tertuju memperhatikannya dan tak ingin seseorang menandingi keberadaannya,
egois banget kan. Lebih parahnya suka membicarakan kesalahan-kesalahan korbannya
di depan orang banyak. Hobby mereka adalah mmelakukan pencitraan dengan bergaya
ala-ala profesional serta meremehkan kinerja orang lain.
Cukup gue rada emosi saat nulis ini semua,
karena semua itu gak pantes buat dipraktekin di dunia organisasi. Organisasi
itu wadah dan sarana bersama, cobalah menjadi manusia yang pintar dalam
memahami kata bersama, karena organisasi bukan wadah pribadi. Menjadi pelaku
organisasi seharusnya selalu bersedia membuka prespektifnya untuk lebih
berfikiran luas dan tidak melihat apapun dari satu sisi saja melainkan dari
berbagai sisi. Menghargai pendapat sesama dan sebuah kebersamaan. Untuk masalah
keahlian atau kebaikan diri loe, jangan khawatir, itu semua bakalan terlihat
jika loe melakukan apapun dengan hati yang tulus dan ikhlas tanpa harus show
off serta membunuh karakter orang lain demi loe bisa lebih terlihat bersinar.
Cukup jadi diri loe sendiri tanpa khawatir
akan keahlian orang lain, karena pada dasarnya setiap manusia memiliki keahlian
masing-masing. Jadi cukup lakukan yang terbaik aja sesuai dengan kemampuan loe.
pertamax!
BalasHapus