Setiap hari bahkan setiap stasiun
televisi, hampir semuanya memiliki sebuah sinetron yang ditayangkan pada malam,
siang, maupun pagi hari. Bertujuan untuk menghibur masyarakat, katanya. Tapi
menurut gue sinetron hanya membuat mereka yang menonton jadi sedikit stress,
apalagi untuk para suami, mereka sering ditelantarkan istrinya karena sibuk
menonton sinetron. karena memiliki alur cerita yang ngeselin, tidak praktis dan
terkesan berbelit-belit. Sinetron dapat menembus 300 episode bahkan lebih dari
itu, bayangin aja itu kan hampir satu tahun, itu sinetron apa cicilan motor.
Seperti yang tertulis diparagraf dua,
sinetron memiliki alur cerita yang ngeselin, dan merepotkan ( ini tambahan ).
Ada yang anaknya tertukar-tukar, ada yang pengen naik haji lalu terbitlah trio
munaroh, ada yang menyongsong tokoh-tokoh binatang yang membuat imajinasi para
penonton ini semakin liar dan tidak terkendali. Gara-gara sinetron gue jadi pengen
pelihara serigala, siapa tau mereka adalah jelmaan dari Kevin Julio atau
Aliando.
Terkadang sinetron juga memiliki dampak
yang menurut gue sangat bahaya, contohnya jika ada adegan seperti memberi racun
kedalam sebuah makanan ( sering banget kan kayak gitu ), atau sampai
culik-menyulik, dan yang lebih parah membunuh orang cuma gara-gara berebut
warisan dan pasangan. Bagaimana jika itu di praktekkan oleh si penonton kedalam
dunia nyata. masyarakat kita akan mengalami banyak tindakan kriminal coy, apa
mungkin kriminalitas di negara ini dipicu karena para tersangka sering melihat
sinetron. Hal itu membuat gue berpikiran
bahwa mungkin saja banyak orang jahat disekitar kita yang disebabkan karena terkontaminasi
oleh adegan di sinetron
. 
Pemeran utama di sebuah sinetron selalu
berwatak protagonis, yang kalem, baik-hati, dan menurut gue dia bodoh karena
mudah dibohongi oleh lawan mainnya ( pemeran antagonis ). Kan udah tau dia
jahat masih aja di baikkin ( pasti emak loe kalo liat sinetron ngomong kayak
gitu ). Itu membuat gue jadi malas jadi orang baik, karena takut dijahatin,
ntar hidup gue sensara kaya di sinetron-sinetron. pacar gue di rebut ( emang
punya ? ), harta gue di rebut, emak, bapak gue direbut. Pikiran gue jadi
terus-terusan cemas karena kebanyakan nonton sinetron.
Itu sih hanya imajinasi gue aja yang
terlalu anti mainstream. Tapi sinetron adalah sebuah karya yang memang harus
diapresiasi, bayangkan saja jika tidak ada sinetron. Tidak berwarna kan hidup
kalian, dan tentunya masih banyak sinetron di Indonesia yang sangat berkualitas
untuk ditonton. Cintai produk Indonesia ya kawan-kawan. Berkat adanya sinetron
yang menyebalkan, kita bisa ngomelin televisi, kita bisa update manusia-manuisa
cakep yang negera kita punya, dan tentunya kasian mereka yang ganteng nggak
bisa jadi bintang sinetron kalau sinetron ditutup masa cuma gara-gara opini
konyol gue ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar