Sabtu, 03 Oktober 2015

GGS ( Gara-Gara Sinetron )




Sinetron atau sinema elektronik adalah sebuah tayangan komersial yang menampilkan sebuah cerita yang bertajuk drama fiksi ( yang dibuat-buat ) dan terdiri dari beberapa episode yang saling berkesinambungan, ibarat buku cerita, sinetron sama dengan cerita bersambung. Cuma ini cerita diperagakan oleh model . Itu adalah sedikit pengertian yang saya buat sendiri berdasarkan pengamatan dan sebuah penelitian serius setiap harinya. 
 
Setiap hari bahkan setiap stasiun televisi, hampir semuanya memiliki sebuah sinetron yang ditayangkan pada malam, siang, maupun pagi hari. Bertujuan untuk menghibur masyarakat, katanya. Tapi menurut gue sinetron hanya membuat mereka yang menonton jadi sedikit stress, apalagi untuk para suami, mereka sering ditelantarkan istrinya karena sibuk menonton sinetron. karena memiliki alur cerita yang ngeselin, tidak praktis dan terkesan berbelit-belit. Sinetron dapat menembus 300 episode bahkan lebih dari itu, bayangin aja itu kan hampir satu tahun, itu sinetron apa cicilan motor.

Seperti yang tertulis diparagraf dua, sinetron memiliki alur cerita yang ngeselin, dan merepotkan ( ini tambahan ). Ada yang anaknya tertukar-tukar, ada yang pengen naik haji lalu terbitlah trio munaroh, ada yang menyongsong tokoh-tokoh binatang yang membuat imajinasi para penonton ini semakin liar dan tidak terkendali. Gara-gara sinetron gue jadi pengen pelihara serigala, siapa tau mereka adalah jelmaan dari Kevin Julio atau Aliando. 


Terkadang sinetron juga memiliki dampak yang menurut gue sangat bahaya, contohnya jika ada adegan seperti memberi racun kedalam sebuah makanan ( sering banget kan kayak gitu ), atau sampai culik-menyulik, dan yang lebih parah membunuh orang cuma gara-gara berebut warisan dan pasangan. Bagaimana jika itu di praktekkan oleh si penonton kedalam dunia nyata. masyarakat kita akan mengalami banyak tindakan kriminal coy, apa mungkin kriminalitas di negara ini dipicu karena para tersangka sering melihat sinetron.  Hal itu membuat gue berpikiran bahwa mungkin saja banyak orang jahat disekitar kita yang disebabkan karena terkontaminasi oleh adegan di sinetron

. Hasil gambar untuk adegan sinetron lebay

Pemeran utama di sebuah sinetron selalu berwatak protagonis, yang kalem, baik-hati, dan menurut gue dia bodoh karena mudah dibohongi oleh lawan mainnya ( pemeran antagonis ). Kan udah tau dia jahat masih aja di baikkin ( pasti emak loe kalo liat sinetron ngomong kayak gitu ). Itu membuat gue jadi malas jadi orang baik, karena takut dijahatin, ntar hidup gue sensara kaya di sinetron-sinetron. pacar gue di rebut ( emang punya ? ), harta gue di rebut, emak, bapak gue direbut. Pikiran gue jadi terus-terusan cemas karena kebanyakan nonton sinetron.  

Itu sih hanya imajinasi gue aja yang terlalu anti mainstream. Tapi sinetron adalah sebuah karya yang memang harus diapresiasi, bayangkan saja jika tidak ada sinetron. Tidak berwarna kan hidup kalian, dan tentunya masih banyak sinetron di Indonesia yang sangat berkualitas untuk ditonton. Cintai produk Indonesia ya kawan-kawan. Berkat adanya sinetron yang menyebalkan, kita bisa ngomelin televisi, kita bisa update manusia-manuisa cakep yang negera kita punya, dan tentunya kasian mereka yang ganteng nggak bisa jadi bintang sinetron kalau sinetron ditutup masa cuma gara-gara opini konyol gue ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar