Rabu, 30 Desember 2015

KISAH TERLEWATKAN


Dilema,,

Sungguh sial jika terjebak dalam kondisi rumit seperti itu. Terdiam dalam ruang hampa yang penuh dengan kalimat-kalimat yang membingungkan. Layaknya terkotak dalam kotak. Bertemu dengan pilihan yang serba salah. Seperti berharap pada mungkin dan bertanya pada entah.


Memang, banyak manusia yang berkata ada hal yang sulit untuk dijelaskan. Hanya ada dua kemungkinan, yang pertama karena sesuatu itu terlalu indah, yang kedua adalah sesuatu itu terlalu menyakitkan. Semua itu tak lepas oleh peristiwa yang beralur sendu maupun pilu. Yang meninggalkan sebuah titik hitam maupun putih yang beradu menjadi satu.

Pertemuan dalam senja. Kisah itu bermula pada saat matahari ingin tenggelam dari belahan bumi yang kita pijak. Kita bertemu ditengah hingar bingar suasana baru dalam tempat yang lama. Tempat dimana aku dan kamu benar-benar berpisah. Jika memori ini masih sudi mengingat, waktu itu tawa serta canda yang menjadi iringan dalam alunan percakapan manis kita. Mata imut tepat diatas senyuman manis dengan gigi-gigi mungil yang berjajar rapi. Mampu merayu detik itu dan membuat hati terasa ringan untuk berucap selamat datang rindu.

Waktu demi waktu memberikan sambutan hangat. Pertemuan demi pertemuan semakin eratkan tangan sampai kelingking berani berjanji untuk tidak akan melangkah berlawanan. Kisah mulai membangun rasa dalam kasih. Dan semua itu hanya terdasar dan mendasar oleh alasan sederhana karena saling peduli.

Tapi entah..
Ini bukan seperti yang diharapkan. Waktu mulai menunjukkan kekejamannya. Kelingking yang mulai merenggan. Tawa dan canda yang semakin sunyi. Langkah mulai ingin berhianat. Dan senyum itu, sudah tidak berarah hanya pada satu arah.

Kisah lain mulai menggoda memberikan kasih yang lebih besar dari angkasa ku. Dan akupun terbangun oleh hentakkan langkah kakimu yang melawan langkahku. Dan aku memilih.... pergi....
Kini hanya mata ...yang mampu terjemahkan semua kata-rasa-siksa dalam pertemuan tanpa sengaja.

Aku memilih pergi karena kamu memilih pergi...
Dan jika kembali, semua takkan sama lagi.. tapi hati ini belum sudi. Hasrat ini masih ingin memiliki.
Mustahil..............

Terima kasih kisah itu.... terima kasih, kasih ituu... tapi ijinkan aku, memberikan satu kisah sebagai tanda selamat tinggal.


Dan  setelah itu, biarkan kenangan mengerak dalam memori..  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar