Dilema,,
Sungguh sial jika terjebak dalam kondisi rumit seperti itu.
Terdiam dalam ruang hampa yang penuh dengan kalimat-kalimat yang membingungkan.
Layaknya terkotak dalam kotak. Bertemu dengan pilihan yang serba salah. Seperti
berharap pada mungkin dan bertanya pada entah.
Memang, banyak manusia yang berkata ada hal yang sulit untuk dijelaskan. Hanya ada dua kemungkinan,
yang pertama karena sesuatu itu terlalu indah, yang kedua adalah sesuatu itu
terlalu menyakitkan. Semua itu tak lepas oleh peristiwa yang beralur sendu
maupun pilu. Yang meninggalkan sebuah titik hitam maupun putih yang beradu
menjadi satu.
Pertemuan dalam senja. Kisah itu bermula pada saat matahari
ingin tenggelam dari belahan bumi yang kita pijak. Kita bertemu ditengah hingar
bingar suasana baru dalam tempat yang lama. Tempat dimana aku dan kamu
benar-benar berpisah. Jika memori ini masih sudi mengingat, waktu itu tawa
serta canda yang menjadi iringan dalam alunan percakapan manis kita. Mata imut
tepat diatas senyuman manis dengan gigi-gigi mungil yang berjajar rapi. Mampu
merayu detik itu dan membuat hati terasa ringan untuk berucap selamat datang
rindu.
Waktu demi waktu memberikan sambutan hangat. Pertemuan demi
pertemuan semakin eratkan tangan sampai kelingking berani berjanji untuk tidak
akan melangkah berlawanan. Kisah mulai membangun rasa dalam kasih. Dan semua
itu hanya terdasar dan mendasar oleh alasan sederhana karena saling peduli.
Tapi entah..
Ini bukan seperti yang diharapkan. Waktu mulai menunjukkan
kekejamannya. Kelingking yang mulai merenggan. Tawa dan canda yang semakin
sunyi. Langkah mulai ingin berhianat. Dan senyum itu, sudah tidak berarah hanya
pada satu arah.
Kisah lain mulai menggoda memberikan kasih yang lebih besar
dari angkasa ku. Dan akupun terbangun oleh hentakkan langkah kakimu yang
melawan langkahku. Dan aku memilih.... pergi....
Kini hanya mata ...yang mampu terjemahkan semua
kata-rasa-siksa dalam pertemuan tanpa sengaja.
Aku memilih pergi karena kamu memilih pergi...
Dan jika kembali, semua takkan sama lagi.. tapi hati ini
belum sudi. Hasrat ini masih ingin memiliki.
Mustahil..............
Terima kasih kisah itu.... terima kasih, kasih ituu... tapi
ijinkan aku, memberikan satu kisah sebagai tanda selamat tinggal.
Dan setelah itu,
biarkan kenangan mengerak dalam memori..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar