Jumat, 25 Desember 2015

INSPIRASI BUTUH EKSPIRASI


Masih ada bekas-bekas cacian yang masih menempel pada tempurung otak, mengerak dan enggan untuk pergi.
Tawa-tawa itu masih juga  bergema seperti desahan nyanyian setan malam yang tak memiliki nada. Hati ini jadi layu, seperti daun-daun yang tak bertemu sinar mentari.

Entah apa yang sedang diresahkan sekarang. Bukan soal kehidupan yang pelik. Bukan juga soal cinta yang seperti para pemuda-pemudi keluhkan. Dimana-mana terdiam, dimana-mana inspirasi datang. Tapi seakan tak kunjung ingin dikeluarkan. Entah masih sembunyi di selipan lemari sel-sel otak. Atau masih terkotak dalam kotak pikiran.

Ya seperti itulah apa yang gue rasain sekarang. Terlalu banyak inspirasi yang datang, tapi susah untuk mengusir pergi. Setiap kali naik motor dan berhenti di lampu merah. Gue nglamun, ada saja yang terlintas. Ada yang tersimpan, ada juga yang hanya numpang lewat lalu pergi. Sampai gue disadarkan oleh teriakan klakson yang berbicara tentang kesabaran pengemudi di belakang.

Gue kira, hanya kehilangan semangat. Tapi setelah di telusuri dan diamati oleh otak kanan dan kiri. Ternyata bukan....

Gue kira, hanya kurang latian. Tapi setelah di teliti oleh mata kanan dan kiri. Ternyata bukan..

Gue kira, hanya kurang inspirasi. Tapi setelah di cermati oleh otak dan mata yang kanan maupun kiri. ternyata salah besarrrr....

Sepertinya ada yang berontak ingin segera pergi. Diotak sudah terlalu sesak, tak ada ruang maupun senggang. Karena terlalu banyak kata, kisah, juga siksa yang ingin segera diekspirasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar