Ada hal yang buat gue kehilangan semangat menulis,
kehilangan akal saat memegang pena yaitu ketika ada seseorang memberi semangat
ke gue, aneh, ya memang sedikit aneh, nggak sih ini aneh banget. Pemberian semangat
menurut gue adalah sama aja memberikan beban dan buat gue takut kalau suatu hari
nanti gue bakalan ngecewain orang tersebut. Tidak bisa membayangkan betapa
sedihnya beliau jika melihat gue gagal. Ini alasan kenapa lebih suka orang-orang
yang sering menghujat dan meluturkan semangat gue dari pada mereka yang suka
menyulutkan api semangat.
Bukan berarti gue gak butuh semangat dari orang lain. Gue
butuh, beneran gue butuh banget. Tapi gue lebih suka mereka yang memberi kritik
dan nunjukin kesalahan gue secara terang-terangan. Agar gue bisa belajar dan
tau dimana sebenarnya letak kelemahan gue.
Bisa dibilang seperti menyumbat jalan hidup gue sendiri saat
ada orang ngasih semangat dan jalan buat kemajuan gue, tapi gue abaikan. Gue cuma
lebih memilih mundur jika ada jalan yang buat gue tidak nyaman dan takut. Kata
hati adalah otoritas utama gue buat ngejalanin hidup, dan membuat jalan sendiri
di dunia gue. Kompetisi bukan hal yang gue sukai, karena menjadi yang terbaik bukan
tujuan, melainkan menjadi diri sendiri dan memberi warna kehidupan sekaligus
membuat orang lain bahagia itu adalah yang utama.

Tujuan gue menulis bukan buat gaya atau bisa di kenal. gue
hanya ingin melakukan apa yang gue cintai, karena dengan menulis gue bisa
menciptakan dunia merdeka gue sendiri, tak ada campur tangan orang lain di
tulisan gue. Melainkan gue pemeran utama disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar