Senin, 08 Juni 2015

Dunia Merdeka



Ada hal yang buat gue kehilangan semangat menulis, kehilangan akal saat memegang pena yaitu ketika ada seseorang memberi semangat ke gue, aneh, ya memang sedikit aneh, nggak sih ini aneh banget. Pemberian semangat menurut gue adalah sama aja memberikan beban dan buat gue takut kalau suatu hari nanti gue bakalan ngecewain orang tersebut. Tidak bisa membayangkan betapa sedihnya beliau jika melihat gue gagal. Ini alasan kenapa lebih suka orang-orang yang sering menghujat dan meluturkan semangat gue dari pada mereka yang suka menyulutkan api semangat.


Bukan berarti gue gak butuh semangat dari orang lain. Gue butuh, beneran gue butuh banget. Tapi gue lebih suka mereka yang memberi kritik dan nunjukin kesalahan gue secara terang-terangan. Agar gue bisa belajar dan tau dimana sebenarnya letak kelemahan gue.

Bisa dibilang seperti menyumbat jalan hidup gue sendiri saat ada orang ngasih semangat dan jalan buat kemajuan gue, tapi gue abaikan. Gue cuma lebih memilih mundur jika ada jalan yang buat gue tidak nyaman dan takut. Kata hati adalah otoritas utama gue buat ngejalanin hidup, dan membuat jalan sendiri di dunia gue. Kompetisi bukan hal yang gue sukai, karena menjadi yang terbaik bukan tujuan, melainkan menjadi diri sendiri dan memberi warna kehidupan sekaligus membuat orang lain bahagia itu adalah yang utama. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3pPQFS1_X3IAN_HKEN6lCmeGwmP72butCdBKCWJtIf9wVQ4YVpavlaEzbcPMBTnlXJHdYUmlTN41FNACHznJPH8aykyVkF-X_XukB-8opc27r_J2izqNUWlNugKCWBv-zhlTvGPayziRt/s1600/freedom-1.jpg
Tujuan gue menulis bukan buat gaya atau bisa di kenal. gue hanya ingin melakukan apa yang gue cintai, karena dengan menulis gue bisa menciptakan dunia merdeka gue sendiri, tak ada campur tangan orang lain di tulisan gue. Melainkan gue pemeran utama disini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar