“Tong
kosong
nyaring
bunyinya” paribahasa ini sudah tidak
terdengar
asing
di telinga.
Kelas 3 SD juga sudah mengetahui
makna dari paribahasa tersebut, yang
berarti orang
yang
terlalu banyak bicara ternyata
tidak
mempunyai
kelebihan
apa-apa alias ngomong doang. Ini persepsi yang salah dan tidak rasioal karena begitu mendengar kalimat tersebut pasti seseorang hanya akan mengutamakan pikiran negatif tanpa menelusuri lebih dalam dan memahami dengan sudut pandang yang berbeda. Alasan lain karena dari dulu otak kita telah termindset kalau kalimat paribahasa
tersebut bermakna
orang
yang
inferior
Ada dari seorang siswa yang di tidak disuka oleh gurunya hanya karena siswa tersebut celometan saat guru menjelaskan sebuah pelajaran, atau mereka sampai di hukum dan di keluarkan dari kelas sehingga tidak mengikuti pelajaran. Itu sangat disayangkan. Sebenarnya siswa yang celometan adalah siswa yang sangat memperhatikan, kenapa bisa begitu, coba perhatikan, saat guru menjelaskan siswa tersebut menyahuti sesuatu yang dibicarakan oleh gurunya, mereka hanya ingin menyampaikan apa yang ada didalam pikirannya pada waktu itu, terbukti kan kalau siswa yang celometan adalah siswa yang kritis, percaya diri dengan pedapatnya dan tidak takut untuk menghadapi penolakan, hanya saja jalan yang mereka lakukan sedikit meyimpang dengan menyela pejelasan seorang guru yang selama ini selalu kita anggap orang yang selalu benar, tandanya mereka lebih aktif dan berani dari siswa kebanyakan yang lebih memilih diam sampai gurunya selesai menjelaskan. Siswa celometan adalah siswa yang cepat tanggap dan mampu berfikir dengan hitungan detik karena mereka cepat dalam menanggapi gurunya saat menerangkan pelajaran.

Menjadi siswa seperti ini tidaklah mudah, jadi siswa celometan termasuk dalam kategori siswa yang cerdas buka siswa yang rendahan, mereka mampu berkata-kata tanpa ada pelatihan sebelumnya. Mereka pantas memang disamakan dengan paribahasa “tong kosong nyaring bunyinya”. Coba kita pahami kata tong kosong, didalam tong kosong terdapat ruangan yang luas dari pada tong yang berisi air, yang berarti pemikiran siswa ini lebih luas dan memiliki banyak sekali angan-angan seperti udara yang menari-menari dalam tong tersebut, dan kata nyaring bunyinya berartikan bahwa mereka juga kreatif dan inovatif, mereka nyaring memiliki irama yang indah jika tong tersebut di ketuk dengan cara yang beraturan. Dari pemahaman tersebut kita bisa belajar, siswa celometan akan menjadi siswa yang istimewa jika diberi arahan yang benar.
Sekarang cobalah untuk membuka prespektif masing-masing bahwa mereka yang banyak bicara bukan asal berbicara saja, mereka memiliki potensi yang mampu membuat semua orang tercengang dengan pemikiran mereka yang konyol dan berbeda alias out of the box dari yang lain.
Ada dari seorang siswa yang di tidak disuka oleh gurunya hanya karena siswa tersebut celometan saat guru menjelaskan sebuah pelajaran, atau mereka sampai di hukum dan di keluarkan dari kelas sehingga tidak mengikuti pelajaran. Itu sangat disayangkan. Sebenarnya siswa yang celometan adalah siswa yang sangat memperhatikan, kenapa bisa begitu, coba perhatikan, saat guru menjelaskan siswa tersebut menyahuti sesuatu yang dibicarakan oleh gurunya, mereka hanya ingin menyampaikan apa yang ada didalam pikirannya pada waktu itu, terbukti kan kalau siswa yang celometan adalah siswa yang kritis, percaya diri dengan pedapatnya dan tidak takut untuk menghadapi penolakan, hanya saja jalan yang mereka lakukan sedikit meyimpang dengan menyela pejelasan seorang guru yang selama ini selalu kita anggap orang yang selalu benar, tandanya mereka lebih aktif dan berani dari siswa kebanyakan yang lebih memilih diam sampai gurunya selesai menjelaskan. Siswa celometan adalah siswa yang cepat tanggap dan mampu berfikir dengan hitungan detik karena mereka cepat dalam menanggapi gurunya saat menerangkan pelajaran.

Menjadi siswa seperti ini tidaklah mudah, jadi siswa celometan termasuk dalam kategori siswa yang cerdas buka siswa yang rendahan, mereka mampu berkata-kata tanpa ada pelatihan sebelumnya. Mereka pantas memang disamakan dengan paribahasa “tong kosong nyaring bunyinya”. Coba kita pahami kata tong kosong, didalam tong kosong terdapat ruangan yang luas dari pada tong yang berisi air, yang berarti pemikiran siswa ini lebih luas dan memiliki banyak sekali angan-angan seperti udara yang menari-menari dalam tong tersebut, dan kata nyaring bunyinya berartikan bahwa mereka juga kreatif dan inovatif, mereka nyaring memiliki irama yang indah jika tong tersebut di ketuk dengan cara yang beraturan. Dari pemahaman tersebut kita bisa belajar, siswa celometan akan menjadi siswa yang istimewa jika diberi arahan yang benar.
Sekarang cobalah untuk membuka prespektif masing-masing bahwa mereka yang banyak bicara bukan asal berbicara saja, mereka memiliki potensi yang mampu membuat semua orang tercengang dengan pemikiran mereka yang konyol dan berbeda alias out of the box dari yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar