Jumat, 24 Juli 2015

KOMENTAR CABE



Manusia, adalah makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna. Tidak seperti binatang dan tumbuhan, apalagi syetan. Manusia dirancang untuk memiliki akal dan budi pekerti yang sempurna.
Manusia juga di sebut sebagai makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan orang lain, makhluk yang tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Dan itu menyebabkan manusia juga harus berinteraksi dengan manusia lainnya. Lalu apakah masih bisa disebut manusia jika tidak bisa memanusiakan seorang manusia ? 

Manusia memiliki jalan hidup yang dipilih oleh setiap individu. Ada yang memilih menjadi seseorang yang begini , yang begitu, seperti ini, seperti itu. Itu sudah menjadi hak yang mutlak bagi setiap insan manusia untuk menjadi pribadi yang mereka inginkan. Lalu mengapa masih ada manusia ringan berbicara tentang cara hidup orang lain, seperti berkomentar layaknya mereka sudah memiliki kepribadian yang lebih baik dari kita. Komentar seperti :

“ ihh alay “
“ idihh lebay “

Itu adalah komentar jahat yang sering terdengar.

Lalu bagaimana cara mengatasi komentar jahat seperti itu ....???

Itu mudah cukup rendam pakaian kotor kedalam sabun lalu kucek dan hilang. Sayangnya ini bukan noda membandel di pakaian..

Ya gue punya jawaban yang pantas untuk mereka yang suka berkomentar jahat terhadap jalan hidup kita. Cukup bilang :
Menjadi normal itu membosankan

Itu adalah jawaban yang sederhana tapi bermakna dalam. Mereka yang berkomentar jahat seperti diatas adalah mereka yang memiliki hidup terlalu normal, hidup dengan selalu mentaati peraturan, yang pasti hidupnya gitu-gitu aja. Enggak asik. Jadi untuk menghibur diri mereka, orang lain lah yang menjadi sebuah sasaran sebagai bahan pembicaraan atau komentar. Ya seperti itu. Kasihan kan mereka.

Untuk kalian yang memiliki jalan hidup dengan cara kalian sendiri tapi masih banyak yang menggunjing. Tenang !!! you have to be happy. Kalian harus bangga karena bisa berbeda dengan mereka yan hidupnya gitu-gitu aja. Lagi pula apa asiknya hidup terlalu mengikuti aturan, negara ini merdeka karena perlawanan. Bukankah seperti itu. Jadi jangan takut untuk menjadi berbeda. Jadi diri sendiri dan cukup sarkasin mereka yang suka ngasih komentar cabe.

3 komentar: